Teloor baru saya ketahui dari NavinoT, sebagai salah satu sponsor kontes berpikir kritis.
Teloor berisi resep-resep makanan yang dikirim oleh pengunjung dan di golongkan berdasarkan daerah asal makanan tersebut. Karena konsepnya web 2.0 tentu keikutsertaan pengguna mengisi Teloor adalah mutlak.
Halaman depan Teloor sudah terlihat bersih dan rapi. Dengan resep terbaru terpampang lengkap dengan gambar.
Namun ada beberapa hal yang kurang dari Teloor menurut pengamatan saya.
Pengguna tidak dapat menandai suatu resep sebagai kesukaannya.
Pengirim resep tentu akan lebih bergembira mengetahui banyak orang menyukai resep buatannya, dan pengguna umum yang mencari resep tentu akan senang dapat menemukan resep yang di sukai banyak orang dan akan senang mencoba memasak resep tersebut.

Di atas adalah gambar penerapan Like pada resep, terlihat ada 10 orang yang menyukai resep tersebut dan kita dapat menambahkan `Like` bila kita suka.
Kekuatan dari kesukaan ini sangat besar mendorong seseorang untuk melihatnya atau menyebarkannya.
sebagai contoh adalah digg, setiap tulisan yang ter-dugg adalah pilihan pengguna yang ingin tulisan tersebut ada di atas.
Bahkan Facebook juga mencuri salah satu kekuatan Friendfeed yang menerapkan Like kedalam percakapan.
Anggota yang ingin memamerkan hasil masakan :)
Seorang pembaca Teloor telah mencoba sebuah resep dan ingin memamerkannya, seharusnya mendapat fasilitas untuk mengunggah foto masakannya, selain itu lebih banyak gambar tentu memberikan gambaran lebih bagi pengguna yang ingin mencoba resep tersebut.
Penjelasan tentang bahan dapat lebih ditingkatkan.
Bahan-bahan masakan tentu tidak semua dikenal, apalagi bahan masakan dari negara lain.

Saya pribadi baru mendengar apa itu bok choy :D tentu akan lebih menyenangkan bila saya dapat mengetahuinya tanpa perlu repot-repot mencari sendiri.
Bila tulisan Bok choy di atas dapat di klik dan menuju kesebuah halaman / sebuah modal box yang berisi keterangan dan gambarnya, tentu memudahkan pengunjung mengerti bahan tersebut.
Tentunya pengguna yang ingin mengirim resep tidak boleh direpotkan dengan menulis sendiri tautan menuju ke tiap-tiap bahan makanan.
Cara menerapkannya adalah menggunakan Auto-Suggest seperti pada Google Search atau pada Facebook.

Auto Suggest pada Facebook

Penggunaan Auto Suggest pada kotak pencarian Google
Pengunjung yang menulis resep hanya perlu menulis nama bahan, bila nama tersebut ditemukan oleh auto suggest daftarnya akan muncul dan hanya perlu diklik untuk memasukkannya.
Bila nama bahan makanan tidak ditemukan dalam database bahan makanan yang telah didaftar, Pengguna tetap dapat mengisi bahan makanan tersebut dan yang dihasilkan adalah bahan makanan dengan tautan menuju pembuatan halaman baru tentang bahan yang tidak ditemukan tersebut (seperti di Wikipedia).
Hal ini akan mempercepat waktu pengisian dan nama-nama bahan tersebut akan seragam.
Halaman yang bersisi daftar bahan makananpun dapat ditulis oleh pengguna sehingga bila ada bahan makanan yang tidak ada keterangannya dapat ditambahkan oleh pengunjung.
Mempermudah pengguna untuk membagi resep ke media lain.
Teloor sudah memiliki URL yang ramah bagi pengunjung dan mudah di ingat, namun mengingat saat ini orang sudah banyak yang menggunakan Twitter untuk berbagi, Teloor dapat memanfaakannya untuk promosi gratis :D
Pengunjung dapat menggunakan halaman resep Teloor untuk menginformasikan tentang apa yang mereka sedang masak, masakan apa yang sedang mereka santap atau makanan yang mereka idam-idamkan, dengan memanfaatkan URL pendek Teloor.

Bila tidak menggunakan URL pendek, URL akan terpotong di Twitter dan menghabiskan lebih banyak huruf yang cukup berharga di Twitter :)
Teloor memiliki domain yang cukup pendek, sehingga bagus bila digunakan untuk berbagi di Twitter, dengan menggunakan URL pendek untuk tiap-tiap halaman resep.
untuk mencegah URL pendek berbenturan dengan URL yang digunakan untuk struktur Teloor, URL tersebut dapat ditambahkan tanda khusus misalnya dengan ~.
http://teloor.com/~1a2
atau
http://teloor.com/-1a2
atau
http://teloor.com/r/1a2

Teloor menggunakan URL pendek yang lebih mudah dibagi di Twitter
tentunya gambar masakan yang lebih banyak dan lebih besar akan membantu hal ini.
Penutup.
Secara keseluruhan Teloor yang saat ini sebenarnya sudah cukup bagus.
Bila Teloor menerapkan apa yang telah saya jabarkan di atas, tentunya akan menambah nilai lebih dibanding jejaring tentang resep masakan yang lain.
Pengguna akan lebih terpacu untuk menulis resep, dan pembaca akan senang karena menemukan infomasi tentang bahan masakan dapat dilakukan di Teloor.
Ditulis untuk di ikutsertakan dalam Kontes Berpikir Kritis 2009 yang diselanggarakan oleh NavinoT
untuk memberi tanggapan pada Teloor.com: Situs Komunitas Resep Etnis.

Dear Angga -
Terima kasih atas review beserta kritik nya. Sebagian apa yang Angga tulis sebenarnya sedang kami pikirkan. Semoga bisa menang hadiah utama di kontes NavinoT.
Makasih :)
Semoga kritiknya membantu Teloor.
heyy keren juga review nya tuh :) bener banget fungsi teloor masih harus di tempa lagi hehehe
Yup. Harus terus berkembang setiap saat dan makasih :)
Kupasan yang bagus. Trims. Menuju TKP …
teloor????……i’m coming…
bergegas ke TKP. kok jadi bayangin telor setengah mateng ya ? :D
Wah jadi lapar… ==a
ya kayaknya bagus juga idemem-fave ini
need more thought