bagaimana mereka bertahan

Banyak sekali layanan yang bisa kita manfaatkan di internet, seperti WordPress.com yang bisa digunakan untuk menulis apapun yang ada dalam benak kita, atau pilihan lain seperti Blog*Spot, Vox, BlogSome dan beberapa dari Tanah Air seperti  BlogDetik.com dan DagDigDug.

Atau layanan lain semacam Twitter, Plurk dan Identi.ca yang menyediakan ruang untuk kita sekedar membagi status, kutipan atau racauan nggak jelas :D

Sekarang darimana layanan-layanan di atas bisa terus menunjang keberlangsungan mereka?

Kita tau pasti bahwa Friendster menampilkan cukup banyak iklan pada setiap halamannya, ini merupakan sumber penghasilan mereka, kita juga tahu bagaimana Facebook banyak mendapat tentangan dalam usaha menghasilakn lebih banyak uang dari layanan mereka selain dari iklan.

Tapi tidak dengan Twitter, mereka sampai saat ini masih bingung menetukan pola apa yang bakal dipakai untuk menghasilkan uang dari layanan tersebut, banyak saran agar Twitter menarik bayaran pada penggunaan API mereka, atau menggunakan pola ‘peningkatan’ sehingga pengguna mendapat fasilitas tambahan bila bersedia membayar, dan masih banyak saran yang di kemukakan agar Twitter dapat “berpenghasilan”.

Bila Twitter jadi “menjual API” mereka, hal ini tidak berpengaruh banyak bagi pemakai, karena yang diharuskan membeli adalah pembuat piranti pendukung Twitter, seperti Tweetie dan Twitterrific yang harus membagi sedikit dari keuntungan penjualan piranti mereka pada Twitter.

Pola peningkatan sehingga pengguna bisa mendapat fasilitas lebih, tampaknya sulit diterapkan pada Twitter, tidak seperti WordPress.com dengan Upgrade-nya atau Flickr Pro. Saya tidak melihat ada fasilitas lebih yang berharga dapat di tawarkan oleh Twitter.

Jika Twitter saja mengalami kesulitan menentukan pola penghasilan layanan mereka, bagaimana dengan Plurk, Identi.ca ataupun Ngecap dan NgeShout.

Khusus untuk Ngecap yang dimiliki oleh Detik  dan NgeShout yang dimiliki oleh Fupei, mungkin mereka akan dihidupi oleh Induk mereka, sebagaimana Blog*Spot dijalankan oleh Google.

Apakah menerapkan iklan sudah tidak mumpuni lagi untuk menghasilkan pendapatan? sehingga sampai saat ini Twitter tidak menerapkannya, Juga membuat facebook menciptakan Facebook Beacon yang cukup banyak ditentang itu.

Sepertinya sih memang tidak mumpuni :D
Soalnya saya sendiri jarang mengklik iklan-iklan tersebut, bahkan kadang saya tidak menggubrisnya sama sekali :P

17 Tanggapan ke “bagaimana mereka bertahan”


  1. 1 ademaulana 25 Februari 2009 pukul 20:29

    Itulah yang disebut “bertahan”.

    salam kenal….

    • 2 Satrion 25 Februari 2009 pukul 21:50

      Tapi sampai sekarang tidak ada langkah pastinya, semoga saja lekas di terapkan agar semua layanan tersebut tidak berguguran.

      Salam kenal juga ;)

  2. 3 easy 26 Februari 2009 pukul 07:53

    aku juga males ngeklik iklan-iklan itu :D

  3. 5 ademaulana 26 Februari 2009 pukul 14:46

    Silahkan diunduh apapun yang ada di web-log saya mas…

  4. 7 easy 2 Maret 2009 pukul 06:17

    barusan aku ngeklik iklan fashion di fesbuk :D

  5. 8 gagahput3ra 2 Maret 2009 pukul 16:43

    Kalo Twitter kyknya banyak potensi mereka untuk dapetin duit. Salah satu kekuatan twitter kan komunitas pengikut yg kuar, yg sekarang dimanfaatin perusahaan2 besar utk support & PRnya. Contohnya DELL, Google, Yahoo, DLL. Nah, gimana kalo mencharge pengguna korporat? Dengan biaya per-tweet, per-reply atau per-follower misalnya.

    Terus ada lagi, data dari search.twitter.com kan berharga banget tuh bwt perusahaan2 gede, karna dia opini real time dari pengguna produknya. Twitter bs blokir pencarian data dengan keyword2 perusahaan dan untuk bisa ngebuka harus bayar biaya tertentu.

    Dan banyak lagi kemungkinannya. Pokoknya selama ada userbase yg besar & devoted, monetize pasti gampang. Makanya Twitter g berenti2 dapet duit jutaan dollar dari investor. Sama jg dgn Facebook & Youtube.

    Just my (long) 2 cents. :)

    • 9 Satrion 2 Maret 2009 pukul 20:23

      Sebelumnya saya sempat berpikiran kalau Twitter bakal mati :D setelah membaca Tweet yang ditulis @Mashable : Reading: “Twitter Could ‘Go for Years’ Without Earning a Dime, Investor Says” http://tinyurl.com/bcdkvl

      tapi dengan begitu banyaknya potensi sumber pendapatannya, hmmm

      sekarang tinggal bagaimana yang lainnya, seperti Plurk, identi.ca dsb bertahan karena pengguna korporat memilih Twitter

  6. 10 linusfans 3 Maret 2009 pukul 03:30

    Salam kenal dari Linus Airways. Semoga sukses selalu untuk Anda. Mampir ke blog Linus ya, jangan lupa tinggalin komentar atau masukannya.
    Terima kasih.

  7. 11 aribicara 12 Maret 2009 pukul 08:46

    Twiter ??? Aku kok malah baru tahu :)

    Aku memaklumi soal iklan2 itu :)
    Karena memang dari sanalah Web tersebut bisa bertahan :)

    Salam :)

  8. 12 easy 15 Maret 2009 pukul 02:15

    aku juga ga menggubris iklan iklan itu :))

    tapi kalo nanti ada iklan dari tokoeasy, tolong diklik ya hehehehe

    easy.blogdetik.com

  9. 14 sandi 27 Maret 2009 pukul 10:44

    wah banyak pasilitasn yg bisa dimanfaatin neh heheheh
    lam kenal yah
    sandi
    http://www.sandiarya.blogdetik.com

  10. 16 Ali Zainal Abidin 30 Maret 2009 pukul 02:59

    waah hebat, saya akan ikuti perkembangan yg satu ini, untuk dipelajari perkembangan bisnisnya.

    topik diskusi yang menarik untuk bisnis online


  1. 1 Fun Weekend: Akrab Dengan Blog Tetangga | NavinoT Lacak balik pada 6 Maret 2009 pukul 22:31

Tinggalkan Balasan




@Satrion

Paling diminati

  • Tidak ada

SocialVibe


Angga Satria dapat di temukan di :


Twitter


Backtype


Plurk


FriendFeed


DotA-Allstars

 

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728